Dua Puluh Delapan Februari Dua Ribu Dua Puluh Tiga
Tanggal satu maret dua puluh enam tahun yang lalu seorang bayi perempuan telah dilahirkan dengan banyak harapan serta doa menyertai dari kedua orang tuanya.
Dibesarkan, dirawat serta dididik dengan selayaknya dan semampu yang terbaik sang orang tua dapat berikan. Bagi mereka semua yang terbaik telah diterima anak kecil itu.
Tumbuh dalam bayang-bayang sisa kejayaan masa lalu yang banyak dicerita orang-orang. Tanpa sadar mempengaruhi naluri dasar bertahan hidupnya.
Banyak hal sekuatnya berusaha dihindarinya sejak kecil. Melihat teman-teman sebaya bermain bersama namun mereka saling menghina saat terpisah mengaburkan penilaian kanak-kanaknya menutup diri dari mereka sepertinya yang terbaik.
Hanya berdiri diam disamping guru ketika teman sebayanya bermain perosotan saling kejar-kejaran dihalaman sekolah bagi jiwa masa kecilnya sudah sangat menenangkan.
Bahkan ia menangis berteriak sejadinya saat setahun awal masuk kelompok belajar. Hingga ia menemukan ketenangan berdiri disamping sang guru.
Memasuki masa sekolah dasar terlalu awal nyatanya terlalu berat untuk sang anak kecil. Beberapa bulan menjalani ia tak dapat beradaptasi dan akhirnya berhenti hingga tahun pelajaran selanjutnya.
Di sekolah dasar yang baru sang anak begitu bersemangat untuk memulai semuanya. Awalnya ia berteman dengan semua orang-orang dan memulai kembali hidupnya dengan penuh sukacita.
Namun setelah tiga tahun bersekolah dasaar orangtuanya kehilangan mata pencaharian. Awalnya ia tak malu dengan keadaannya. Hingga keluarganya harus kembali tinggal dirumah neneknya yang jauh dari teman-teman sekolahnya. Ia kembali menutup diri membatasi orang-orang yang bisa dekat dengannya.
Hingga masuk sekolah menengah pertama ia mendapatkan beberapa sahabat yang hingga saat ini mau berteman dengannya bahkan disaat terkacau dalam hidupnya.
Saat sekolah menengah atas sang anak mulai menyadari bahwa sejak kecil ia sulit untuk dekat dengan orang-orang. Dan membatasi dirinya untuk dekat dengan orang yang dirasa tak akan cocok dengannya.
Perjalanan hidupnya biasa-biasa saja sebenarnya. Terkadang ia merasa sedih, kecewa, marah, dendam namun beberapa momen dalam hidupnya juga sangat membahagiakan yang membuatnya bisa bertahan hingga hari ini. Hingga esok ulang tahun ke dua puluh enamnya.
Sekarang ia belajar perlahan kembali pada sang pencipta. Mengatakan semua hal senang, bahagia, lelah apapun yang dirasakannya semua terucap dalam rasa syukur disetiap sujudnya.
Semoga diumur seperempat abad plus setahun ini sang anak kecil yang sedang berusaha tumbuh dewasa tidak kehilangan kepolosan masa kecilnya dan tetap terus bisa menemukan kebahagiaan dalam setiap hal kecil di sekelilingnya.
Dan rasanya akan terlalu serakah saat meminta untuk terus berbahagia. Semoga sang anak kecil diberikan berlimpah kesehatan dari sang pencipta sepanjang hidupnya.
19.34 PM
28 Februari 2023
Komentar
Posting Komentar