Surat tanpa penerima
Kenapa hidup mu bisa terlihat sebahagia itu?
Kenapa hidup mu bisa terlihat baik-baik saja?
Kenapa hidup mu bisa terlihat semenyenangkan itu?
Sementara salah satu orang yang telah kau lahirkan dan tinggalkan dengan begitu kejamnya telah pergi dari dunia ini.
Kenapa kau masih bisa melanjutkan hidupmu?
Tidak kah kau merasakan sedikit saja kesedihan dari kepergian orang yang telah kau sakiti?
Apakah disaat terakhir hidupnya kau memberitahu tentang rahasia terbesarmu yang berusaha kau sembunyikan dengan segenap jiwamu?
Kenapa kau tak menyimpan rahasia itu sampai akhir?
Kenapa kau tega mengungkap rahasia itu disaat kami ingin mengucapkan perpisahan terakhir di malam kepergiannya?
Semoga kau masih punya sedikit nurani dan tidak memberitahunya rahasia mu itu disaat terakhir hidupnya di dunia ini.
Kalau kau memberitahunya, sudah tak bisa diungkap kan dengan kata-kata lagi sungguh sampai dimana sebenarnya kau tega menyakiti sesama manusia?
Tak pernah lagi berharap dianggap sebagai orang yang telah dilahirkan olehmu.
Setidaknya bisakah kau menganggap orang yang telah kau lahirkan ke dunia sebagai sesama manusia?
Apakah permintaan itu terlalu berlebihan?
Katanya manusia adalah makhluk ciptaan yang maha sempurna.
Apakah egois termasuk dalam kesempurnaan yang diciptakan untuk manusia?
Sampai dimana kau ingin menyakiti orang-orang yang telah kau lahirkan?
Komentar
Posting Komentar