Kematian

Melihat secara langsung hembusan kehidupan seseorang meninggalkan raga mereka, memberikan banyak perasaan dalam hati yang sulit terungkap. 

Apakah rasa sedih yang ada di hati memang karena sedih melihat hembusan kehidupan itu pergi?

Apakah rasa sedih itu karena memang peduli pada sosok yang telah pergi?

Apakah rasa sedih itu karena ada ikatan batin yang bertahun-tahun terbangun sejak kecil kami bermain berkelahi bersama?

Apakah rasa sedih itu pantas ada saat kami jarang bertemu?

Atau

Apakah rasa sedih itu hanya perasaan egois yang memikirkan diri sendiri kalau berada di posisi seperti itu?

Apakah hati ini begitu egois saat melihat hembusan kehidupan orang lain pergi langsung memikirkan diri sendiri?

Apakah perasaan sedih ini adalah hal yang jahat? 

Satu-satunya tujuan hidup ini hanya ingin hidup dengan cara yang baik dan menjadi orang baik. 

Dengan semua pikiran jahat itu, apakah hati ini masih bisa menjadi baik?

Komentar

Postingan Populer