Adakah Batasnya?

Banyak peristiwa penting dalam hidup kami lewati tanpa kehadiranmu, berharap kau ada bersama kami.

Satu dua tiga peristiwa dan seterusnya hingga akhirnya kami tidak mengharapkanmu lagi dikehidupan kali ini.

Tetapi kenapa disaat kami sudah tak mengharapkanmu, kau selalu kembali memberi kabar.

Awalnya kau terlihat begitu tulus hingga kami datang ke antah berantah tempat tinggalmu merayakan hari besar dua puluh lima desember bersamamu karena kami masih menghargai sosokmu.

Setelah itu lambat laun kabarmu tak ada lagi, hingga akhirnya tahun berikutnya kau menghubungi. Ku ingat saat itu hari terakhir berpuasa kau mengatakan menginginkan tunjangan hari raya yang bahkan tak kau rayakan.

Seandainya kau tahu saat itu keadaan kami yang sesungguhnya, tapi kami berpikir mungkin kau memang membutuhkannya.

Setelah itu kau kembali menghilang. Kembali tak ada kabar. Kami mau mencarimu, tapi untuk apa mencari orang yang tak ingin diketahui.

Bahkan kau menghubungi kami saat itu dengan nomer handphone yang disembunyikan

Berbulan-bulan kemudian ku keluar dari kerja dan tak memiliki penghasilan sama sekali.

Kau kembali menghubungi dan terdengar kecewa mengetahui ku tak memiliki penghasilan. Kupikir karena kau memang peduli.

Kau membantuku lewat kenalanmu untuk mencari kerja, saat itu yang kutahu ini bentuk kasih darimu.

Hingga entah bagaimana ku muak dengan doronganmu memaksaku untuk mendapatkan penghasilan.

Sesuatu yang tanpa ketulusan akan sukar diterima dengan tulus pula.

Kau menghilang lagi tak ada kabar.

Dan tahun selanjutnya sebelum bulan puasa kau kembali menghubungi, menyuruhku berbohong untukmu.

Saat itu semua rasa hormat terhadapmu runtuh. Demi beberapa lembar rupiah kau menyuruhku berbohong.

Kau ingin bersenang-senang bersama kawan sekolahmu dan kau rela menyuruh darah dagingmu sendiri membohongi darah dagingmu yang lain untukmu.

Tidak terbayangkan ternyata kau lebih egois dari dugaan kami.

Sampai mana sesungguhnya batas egoismu?
Masih adakah batasnya?






25 Desember 2021
Apakah kau bahagia?
Terserah Tuhan manapun yang kau sembah aku berdoa padanya. Semoga kau tak pernah merasakan kebahagiaan lagi. 

Komentar

Postingan Populer