Semoga Kau Hidup Dengan Bahagia
Hari ini banyak postingan yang mengucapkan Selamat dan berbagai kata sejenisnya untuk orang-orang yang telah membawa kehidupan pada dunia ini.
Haruskah ku ucapkan padamu juga?
Sebagian hati ingin menjadi baik dan mengucapkannya dengan mudah akan tetapi sebagian lagi masih ingin mempertahankan ego dan mencerca dengan berbagai kata buruk .
Hingga mendoakan diri sendiri untuk tetap tenang setiap mengingat. Melepaskan semua amarah ternyata tak mudah. Sedikit kata tentangmu seperti mengenang memori masa lalu.
Membencimu dengan penuh amarah membuat dunia perlahan terputar dalam imajinasi dan dengan lebih membencimu dunia kembali seperti semula tapi tak seperti dahulu lagi.
Dahulu dengan alasan sopan santun menanggapimu setiap kau butuh sesuatu dan memupuk amarah melihat kau melanjutkan kehidupan, perlahan itu lebih menghancurkan diri sendiri.
Tapi ternyata orang-orang bisa terus melanjutkan hidup dengan mengabaikan orang lain dan lebih mengutamakan kebahagiaan diri sendiri. Seiring waktu, hati ini akhirnya menerima kenyataan dan perlahan memaafkan hingga mengikhlaskan.
Katanya doa baik dan tulus untuk seseorang akan kembali pada diri sendiri,
Semoga kau hidup dengan bahagia.
22 Desember 2022
Komentar
Posting Komentar