Kau terlalu nyaman bersembunyi dibalik kata durhaka
Kabarmu terasa asing saat terdengar
Kau telah pergi selama bertahun-tahun
Kau hanya datang saat membutuhkan sesuatu
Kabarmu hanya ada saat membutuhkan sesuatu
Wajarkah hati ini membeci mu dengan begitu dalam?
Setelah bertahun-tahun terlewati tiba-tiba kau hadir
Berusaha menjadi sosok yang dahulu pergi
Beberapa hari terlihat seolah kau tulus
Sangat perhatian di rumah sakit itu
Wajarkah jika berusaha untuk kembali baik padamu?
Walau hati ini ingin mengatakan semua makian yang bertahun-tahun terpendam
Kau terlihat tulus merawatnya
Terjaga sepanjang malam
Hingga akhirnya sang pencipta memanggilnya karena ia menyayanginya lebih besar darimu orang telah melahirkannya ke dunia ini
Kau masih terlihat tulus mengenang kepergiannya
Hingga dimalam kami ingin mendoakan kepergiannya kau membawa sosok manusia kecil dengan bangganya
Wajarkah bila merasa kecewa padamu?
Membawa seorang anak yang umurnya sama dengan waktu kepergianmu
Dengan bangga kau membawanya saat yang kami inginkan hanya ketenangan untuk melepaskan kepergiannya
Dia yang telah pergi juga seorang yang dahulu kau lahirkan
Dia yang telah pergi juga seorang yang dahulu memanggilmu orang tua
Dia yang telah pergi juga seorang yang dahulu menganggapmu dunianya
Kenapa kau tega melakukan itu padanya?
Disaat mendoakan kepergiannya kau mengumumkan dengan bangganya kau memiliki anak lain yang membuatmu pergi bertahun-tahun lalu meninggalkan kami
Seakan kau mengatakan pada semua orang
Bahwa, kau tak peduli orang yang dahulu kau lahirkan telah pergi dari dunia ini
Karena kau telah memiliki penggantinya
Kenapa kau memberitahukannya kepada kami?
Kenapa kau tidak diam saja seperti selama ini?
Kenapa kau tidak berusaha menutupinya sampai akhir?
Kenapa kau tidak menyembunyikannya seperti selama ini?
Kenapa kau tidak membawa rahasiamu sampai akhir kehidupanmu?
Apa yang sebenarnya kau inginkan?
Tidak kah kepergianmu sudah cukup menyakitkan?
Dimanakah hati nurani mu?
Menyenangkan kah bisa bersikap seperti itu?
Siapa yang tak kecewa dengan keadaan seperti itu?
Bukan, bukan kecewa dengan kehadiran anak itu
Kecewa, kenapa dimalam kami ingin berdoa dan mengucapkan perpisahan pada anak lain yang dahulu juga pernah kau pedulikan
Kenapa kau tega melakukan itu?
Kau seperti menambahkan sayatan pada hati yang telah terluka
Tidakkah kau berpikir?
Dahulu kami juga pernah memanggilmu orangtua?
Semudah itu kau ungkapkan masa lalu mu disaat kami berduka
Apa sebenarnya yang kau inginkan?
Kau pergi menjauhi kami
Ku harap kau pergi sejauh mungkin
Ke tempat yang sangat jauh
Hingga tak ada kesempatan untuk kita bisa bertemu kembali
Kami tak akan meminta mu kembali
Kejarlah semua hal yang kau inginkan dalam kepergianmu
Kau telah menyakiti kami, kami tak meminta mu untuk mengatakan maaf
Apa yang bisa kami maafkan?
Darimana kami bisa memaafkan?
Kau telah mempermalukan kami, orang-orang datang ke tempat tinggal kami mencarimu memaksa kami melunasi hutangmu
Pernahkah kau tahu ini?
Mereka meminta alamat tempat tinggalmu, dengan marah mereka berkata "Kalian keluarganya, kenapa tidak tahu tempat tinggalnya"
Bahkan hal sederhana seperti tempat tinggal orang yang dahulu melahirkan kami, kami tidak tahu
Kami tak akan memintamu memberitahu dimana kau tingal
Kau telah merampas kesempatan kami untuk bercerita tentang masa remaja padamu
Kemana kami bisa bercerita, saat itu kau tak ada bersama kami
Dahulu kau menghubungi kami dengan nomor yang disembunyikan
Tahukah kau hal itu sangat kekanak-kanakan?
Kau telah merampas harapan kami untuk membangun sebuah keluarga dengan siapapun
Kenangan ditinggalkan oleh orang yang telah melahirkanmu bukan contoh baik untuk membangun sebuah keluarga
Berusaha dengan segala daya upaya mengatakan pada diri sendiri tidak selamanya sifat buruk menurun, tapi masih terlalu takut mengulang kesalahan yang sama
Bertanya-tanya sendiri,
Apakah kau pernah berpikir bahwa kau menyakiti kami?
Atau hanya kami yang berpikir seperti itu?
Setidaknya kalau kau memang sangat ingin mengatakan tentang keberadaan anak itu, kenapa kau tidak bisa memilih waktu yang tepat?
Dari semua perbuatanmu hal ini yang tidak bisa hati ini terima, pemilihan waktumu yang salah
Mungkin saat kau mengatakannya di waktu lain, kami bisa meresponnya dengan lebih baik
Tak ada yang bisa kami lakukan padamu
Kau terlalu nyaman bersembunyi dibalik kata durhaka
Semoga kau hidup dengan baik
19 Mei 2025
16.00 WITA
Sore ini kau datang kembali
Apalagi yang kau inginkan dari kami?
Kedatangan mu tak pernah tulus, selalu ada yang kau inginkan
Komentar
Posting Komentar